Sabtu, 09 September 2017

Mengenal Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu





Provinsi Bengkulu dan Bung Karno tidak dapat dipisahkan. Ya, Provinsi Bengkulu adalah tempat pengasingan kedua Soekarno setelah mengalami pengasingan pertama di kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Soekarno dan keluarganya menjalani pengasingan di Ende selama 4 tahun (1934-1938).
Lepas dari Ende, Bung Karno dipindahkan ke Bengkulu. Bung Karno menjalani pengasingan di Bumi Rafflesia selama 4 tahun (1938-1942). Ibu Inggit Garnasih serta anak angkat mereka, Ratna Djuami, dan Kartika selalu setia menemani Bung Karno kemana pun ia diasingkan.
Keberadaan Soekarno di Bengkulu pada tahun 1938-1942 menyisahkan tanda tersendiri, yaitu sebuah rumah yang terletak di jalan Soekarno-Hatta, Anggut Atas, kota Bengkulu. Rumah ini dinamai Rumah Kediamanan Bung Karno. Rumah Bung Karno berdiri di tanah seluas hampir satu hektar. Rumah ini merupakan landmark yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Bengkulu. Rumah Bung Karno merupakan warisan budaya yang dilindungi oleh negara melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi. BPCB Jambi memiliki wilayah kerja yaitu provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Rumah Bung Karno
Sumber Foto: Blogger Bengkulu
     Selama menjalani pengasingan di Bengkulu, Bung Karno menempati sebuah rumah berukuran 9x18 meter yang terdiri dari dua kamar tidur. Satu kamar tidur untuk Bung Karno dan Ibu Inggit. Satu lagi kamar tidur untuk Ratna Djuami dan Kartika. Selain itu, di dalam rumah terdapat satu ruang tamu, satu ruang penyimpanan baju-baju sandiwara Monte Carlo dan satu ruang baca yang dipenuhi buku-buku favorit Bung Karno. Rumah ini dilengkapi teras bagian depan dan teras bagian belakang. Sementara itu, kamar tidur pembantu, kamar mandi, dan dapur diletakan berderet di luar rumah. 
      Di antara rumah dan deretan kamar pembantu terdapat sumur sedalam 12 meter dengan air yang begitu jernih. Jika berkunjung ke rumah Bung Karno sayang rasanya jika tidak menyempatkan diri untuk membasuh muka dengan air sumur ini. Konon, pengunjung yang masih single akan mendapat jodoh setelah membasuh wajah di sini. Selain itu, air sumur ini dapat membuat awet muda. Wallahu a'lam bish-shawabi.

Ranjang di Kamar Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih
Ranjang di Kamar Ratna Djuami dan Kartika

Sumur di Belakang Rumah
Talent: Azizah
Kamar Pembantu, Kamar Mandi, dapur, dan Gudang


Benda-benda milik Bung karno masih terawat dengan rapi di dalam rumah. Beberapa benda peninggalan Bung Karno:
1.    Sepeda Ontel
   Sepeda ontel adalah sarana transportasi yang biasa Bung karno gunakan dalam kesehariannya. Bung karno gemar berkeliling kota Bengkulu menggunakan sepeda ontel kesayangannya. 

Sepeda Ontel Bung Karno
2. Koleksi Kostum Sandiwara Monte Carlo
Kecintaan Bung Karno terhadap seni teater tidak pernah padam. Selama menjalani pengasingan di Bengkulu, Bung Karno tetap menekuni hobinya bermain drama bersama kelompok sandiwara Monte Carlo. Monte Carlo didirikan oleh Bung Karno dan Inggit Garnasih beserta sahabat-sahabat mereka. Sandiwara Monte Carlo ini didirikan untuk merangkul pemuda-pemudi Bengkulu berkesenian. Pada masa itu, Monte Carlo memainkan berbagai macam drama. Namun, drama Dr. Sjaitan dan Rainbow (Poetri Kentjana Boelan) yang paling banyak digemari oleh masyarakat Bengkulu. Drama Dr.Sjaitan terinspirasi dari film Freinkeinstein sedangkan drama Rainbow bercerita tentang seorang anak yatim piatu yang berasal dari keluarga miskin yang diangkat oleh keluarga bangsawan.


Koleksi Kostum Monte Carlo

 3. Koleksi Buku
Bung Karno begitu suka membaca. Ia menyenangi buku-buku berbahasa Belanda. Saat ini buku-buku koleksi Bung Karno berjumlah 333 buku. Buku tersebut masih tersimpan rapi walaupun sebagian buku kondisinya sudah kurang baik. 
Bagi Bung Karno, kegiatan membaca akan membuat jiwanya yang terpenjara menjadi bebas. Bahkan, saat Bung Karno menjalani hukuman di penjara Banceuy dan Sukamiskin, Inggit Garnasih selalu menyelipkan surat kabar di balik kainnya untuk diberikan kepada Soekarno. Melalui surat kabar yang dibawa istrinya tersebut, Bung Karno dapat memantau pergerakan teman-teman seperjuangannya dalam upaya kemerdekaan RI. 
Buku-buku Bung Karno
4. Surat Soekarno untuk Fatmawati
        Di dalam rumah Soekarno terpajang surat cinta Bung Karno untuk Fatmawati. Surat yang ditulis tangan oleh Bung Karno ini merupakan saksi bagaimana sang merpati dari Bengkulu tersebut pada akhirnya mampu menakhlukan hati sang singa podium.

Surat Cinta Bung Karno untuk Fatmawati
Rumah Soekarno selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Cukup membayar tiket sebesar Rp3000,00 (dewasa) dan Rp2000,00 (anak-anak) kita sudah dapat mengakses jejak-jejak Bung Karno di Bengkulu. Rumah Soekarno ini sangat cocok dijadikan wisata edukasi.

Komunitas Blogger Bengkulu melalui Media Center Provinsi Bengkulu merasa beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara Jejak Warisan Budaya Bengkulu dalam Gerak, Tutur, Nada, dan Coretan yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 September 2017. Acara pembukaan diadakan di rumah pengasingan Bung Karno dan berlangsung sangat meriah. 


Catatan: Sumber referensi dari tulisan ini adalah Novel Kuantar Kau ke Gerbang karya Ramadhan KH dan Pak Jamal (Pengelola Cagar Budaya; Rumah Soekarno). 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dan #NulisSerempak Warisan Sejarah Budaya Bengkulu bersama Blogger Bengkulu, BPCB Jambi, dan Media Center Provinsi Bengkulu

Blogger Bengkulu:
Web             : http://www.bloggerbengkulu.com/
Instagram       : @bloggerbengkulu
Grup Facebook : Blogger Bengkulu (Bobe)

BPCB Jambi:
Web      : http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjambi/
Twitter   : @cgarbudayajambi
Facebook : Cagar Budaya Jambi
Instagram : @cagarbudayaJambi

Media Center Pemprov Bengkulu:
Twitter     : @mediacenterBKL
Facebook   : Media Center Pemprov Bengkulu
Instagram   : @mediacenterbkl
Youtube Channel : Media Center Pemprov


14 komentar:

  1. Waduh ada foto aku yang lagi ambil air sumur. Tapi ini menjadi tempat wisata sejarah favorite pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kamu kan udah cuci muka di sana...mudah2an cepet dapet jodoh ya

      Hapus
  2. asyik neh berkunjung ke sini, bisa belajar sejarah lagi

    BalasHapus
  3. Aku malah jdi pengen punya rumah Kayak rumah Bung Karno deh

    BalasHapus
  4. amiin...mudah2an suatu saat ya mbak
    Punya rumah kayak rumah Bung Karno plus pekarangannya, berapa duit yah zaman sekarang :D

    BalasHapus
  5. Bagus ya mbak rumah Bung Karno ini. Masih terawat walau udah bertahun-tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kan dilindungi sama negara, pengunjungnya juga tertib kalo datang ke sana

      Hapus
  6. ga bosen" berkunjung kesana.. tempat ny keren..

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. masih ada, terawat banget walaupun udah puluhan tahun

      Hapus
  8. enak kunjungan ke sini, bayarnya murah, ilmunya banyak :)

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Meninggalkan Komentar