Sabtu, 20 Januari 2018

Taman Wisata Family Bengkulu




Sebetulnya saya datang ke sini tahun lalu, tetapi memang saya belum pernah menuliskan pengalaman saat berwisata di sini. Ya, pada prinsipnya saya percaya bahwa “yang terucap akan mati, yang tertulis akan abadi”. Oleh karena itu, saya hobi menuliskan pengalaman saat berpergian atau mendatangi suatu tempat. Ya, walaupun sudah “dingin", saya tetap menulisnya agar suatu hari saya dapat bernostalgia dengan tempat ini melalui tulisan.


Jujur saja, saat ini, saya masih memiliki beberapa PR tulisan tentang traveling. Kenapa belum saya tulis ya. Apa alasannya ya. Saya juga bingung menjawabnya. Yang jelas kalau kata orang Bengkulu beguyur alias dicicil alias alon-alon sing penting kelakon. Ya, santai saja yang penting dikerjakan. Oke deh... semangat ya!!

Kangen Juga Ya Sama Mereka
Kebetulan saya memang suka melalar. Biasanya, saya juga dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki hobi sama. Oh iya, dalam bahasa Bengkulu melalar artinya adalah jalan-jalan atau bahasa kerennya traveling.

Kegiatan traveling atau melalar atau jalan-jalan memang sudah menjadi gaya hidup untuk sebagian orang. Ditambah lagi, perkembangan dunia digital yang semakin pesat maka semakin banyak pulalah tempat-tempat wisata yang terekpos dengan baik sehingga people zaman now berama-ramai untuk mengunjungi suau tempat, terutama tempat yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Kalau belum ke sana belum hits dong!


Sebetulnya Tulisannya I LOVE YOU
Apa pun itu, untuk saya pribadi jalan-jalan adalah alat untuk menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Ya, jika budget-nya lagi low, maka saya pun terkadang memutuskan #solotrip. #solotrip biasanya saya lakukan di tempat-tempat yang aman. Saya tidak pernah terpikir untuk melakukan #solotrip ke hutan atau ke gunung.  Memang sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Resikonya terlalu besar menurut saya pribadi.


Oke kembali ke laptop. Kali ini saya dan teman-teman mengunjungi salah satu taman yang ada di kota Bengkulu. Sebetulnya letak taman ini sudah agak di pinggiran kota, tepatnya di Jalan raya Sungai Hitam, perbatasan antara kota Bengkulu dan kabupaten Bengkulu Utara. Taman Wisata family letaknya tidak terlalu jauh dari Universitas Bengkulu. Maka, tidak heran jika siang hari banyak juga mahasiswa yang beristirahat di sini sambil menikmati keindahan hutan bakau. Duh... kok jadi kangen kampus ya T_T

Tiket masuk ke area taman adalah Rp15.000,00. Pengunjung juga diberikan 1 botol teh kemasan secara gratis. Nah, untuk masuk ke area hutan bakau pengunjung dikenakan lagi tarif Rp5.000,00. Di pintu masuk ini bakau ini ada ayuk-ayuk (mbak-mbak) cantik yang menjual sekaligus menyewakan topi untuk sekedar gaya-gayaan... hehehe. Ayuk-ayuk ini juga merangkap sebagai fotografer jika ada pengunjung yang minta tolong difotokan. Termasuk  rombongan kami. 

Sesuai dengan namanya, yaitu Taman Wisata Family, maka tempat ini memang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Terdapat arena bermain anak dan penyewaan permainan anak. Tetapi untuk yang masih single, jomblo, munfarid, independent, atau apalah ya istilahnya gak ada salah juga berwisata di sini. Ada juga kok kursi yang didesain satu-satu. Cocok banget untuk menikmati kesendirian. Tapi kok jadi sedih ya T_T
Berbeda dengan kebanyakan tempat wisata, di Taman Wisata Family ini pengunjung diperbolehkan membawa makanan atau minuman dari luar. Karena memang di dalam tidak terlalu banyak penjual makanan. Sepertinya tempat ini memang didesain untuk berwisata alam bukan wisata kuliner. Bahkan, banyak juga orangtua mengajak anak mereka ala-ala piknik di sini. Mereka membawa tikar dan makanan dari rumah.


Seperti biasa jika tiba di tempat wisata tujuan utamanya adalah foto-foto. Tujuan kedua mengunduh foto di media sosial. Tujuan terakhir barulah menikmati wisatanya. Ya, namanya juga people zaman now

Oh iya, beberapa waktu yang lalu saya melewati tempat wisata ini. Di sana terlihat sepi. Mungkin sedang libur, mungkin memang sedang sepi, atau mungkin juga sudah ditutup. Saya juga tidak dapat memastikan. Mengingat letaknya sudah agak pinggiran kota, ya mungkin saja orang-orang mulai enggan ke sana. Apa lagi tempat-tempat wisata baru bermunculan di tengah kota. Bisa jadi jarak juga menjadi pertimbangan masyarakat saat berwisata. Lagi pula biasanya tempat-tempat wisata yang baru dibuka akan ramai di awal saja, lama-kelamaan akan sepi. Ya memang tempat wisata adalah bisnis yang mengharuskan owner-nya kreatif dan inovatif menghadirkan hal-hal baru yang disukai pengunjung. Jika tidak, maka lama kelamaan tempat wisata yang dikelola akan tutup karena masyarakat cenderung cepat merasa bosan.



Oke, saya menulis ini bukan untuk meng-update tempat wisata ini. Jujur saja, Taman Wisata Family sudah kurang hits lagi. Saya mengulas  tempat ini hanya untuk mengingatkan kenangan saya saat berwisata ke sini bersama orang-orang yang pernah memberi warna dalam hidup saya. Kok jadi sedih lagi ya T_T

Sekian. Sampai jumpa lagi ya! 

49 komentar:

  1. belum pernah ke bengkulu, semoga suatu saat nanti yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin.. ditunggu ya kak kunjungannya.. hihi

      Hapus
    2. ia mbak, ditunggu di Bengkulu ya :)

      Hapus
  2. Sy ketinggalan hits, blm sempat kesana :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke Kampung Cina aja kak, lagi hits di sana ^^

      Hapus
    2. Iya, mumpung lagi hits nanti disempetin foto2 disana hehehe

      Hapus
  3. Aku juga pernah lho main ke sini dengan teman, seru, banyak tempat foto

    BalasHapus
  4. Sekarang semakin banyak tempat yang instagramable. Karena wisata tanpa foto trus dishare berasa ada yang kurang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bneer banget kak, share di sosial media wajib banget ya zaman now ^^

      Hapus
  5. Aku kira tadi melalak mbak, ternyata melalar :)
    Kalau melihat tempatnya lumayan juga nih, kalau saya tinggal ke Bengkulu pasti juga ikutan main ke tempat hits begini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melalar sama melalak mirip sih.. hihi
      melalak artinya jalan2 juga ya Mbak?

      Hapus
  6. kayunya emang berantakan gitu ya? itu yang tempat tulisan I love you di sungai apa gimana mbak? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.... di bawahnya itu rawa2 kak... airnya udah agak kering gitu ^^

      Hapus
  7. Pandai orang sekarang menarik perhatian, sedia kan spot kece buat futu futu dah jadi tempat wisata yak ^^ dan lagi murah pulak dpt minum gratis

    BalasHapus
    Balasan
    1. spot foto biasanya yang paling ramai dikunjungi wisatawan... hihi

      Hapus
  8. taman wisata tema alam gini emang ga ada mati nya.. secara ga langsung juga ngingetin pengunjung dan masyarakat, kalo hijau = cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. trennya sekarang berwisata di alam kayaknya ya kak ^^

      Hapus
  9. Semakin kreatif ownernya, makin banyak yang datang ya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. betoll kak, kreativitas kunci suksesnya

      Hapus
  10. Lah aku ke mana aja ya kok bisa ga tau kalo ada taman cakep begini di Bengkulu :'))))) mau coba ke sana ah weekend ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain ke sana kak, asyik kok tempatnya

      Hapus
  11. melalar... kayaknya bagus ya kata itu jadi nama blog. Melalar.com hehe... kebetulan udah juga ke TAman Wisata FAmily. Lokasinya nggak terlalu jauh dari pusat kota nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak komi, ternak blog.. bikin alamaatnya melalar.com... hehehe

      Hapus
  12. ternyata banyak juga yang belum kesini,,,kok sama dengan saya yah? kesini serempak kabar-kabari ya biar seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo week end ajaklah keluarga melalar kak ^^

      Hapus
  13. Sering lewat tpi gak pernah mampir ke sini haha. Kpan" ke sini bareng yuk mbak

    BalasHapus
  14. Sudah ke sini saia..sekarang bisa karoke gratis di sana..hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya toh? wah baru itu bisa karokean, pas aku ke sana belom ada lho mbak

      Hapus
  15. Belum pernah kesini hohoo.. Tpi kta adek mendingan ke wahana surya aja sekalian hoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali jalan aja itu Mbak.... dr wisata Family langsung ke wahana surya..

      Hapus
  16. Sedih ya kalau lihat tempat wisata jadi sepi begitu. Memang sekarang orang harus kreatif mengelola tempat wisata biar banyak pengunjungnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... owner emang kudu kreatif agar usahanyangga mati

      Hapus
  17. Ini namanya bengkulu hits...

    BalasHapus
  18. Wah wah aku belum kesana koq udah nggak hits,hei cantik nulismu koq sambil baper sih sedih muluuuu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. heehehe.... baper mbak baper... sama kenangannya

      Hapus
  19. Aku pun belum ke sini. Beneran kurang piknik ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. week end ini pikniklah ke sana Mbak.. heheh

      Hapus
  20. Mbaaak.. Seriusan aku jadi sedih pas baca bagian 'ada kursi yang disediakan untuk duduk sendirian' itu loh. Ngeness kaliii :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Datanglah ke sini tan, hehehe
      ngenes ya. Mbk juga.. hahaa

      Hapus
  21. Saya lagi di Pekanbaru, tempat wisata alamnya apa ya...

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Meninggalkan Komentar. Mohon tidak meninggalkan link hidup 😊