Senin, 19 Februari 2018

Teens, Back to Muslim Identity

Sudah cukup lama rasanya tidak mengikuti pengajian. Nah, kali ini mumpung ada kesempatan, saya pun ikut pengajian minggu ini. Menurut pengalaman saya, penting sekali menghadiri kajian, karena kajian itu sendiri dapat menguatkan (kembali) saat iman (kita) sedang berada dalam kondisi lemah. Ya, kalau kata teman saya, fungsi kajian itu untuk meng-charge jiwa yang sedang low bat

Menghadiri kajian atau majelis ilmu sangat banyak manfaatnya. Di antaranya adalah mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, Allah juga akan mengampuni dosa orang yang mendatangi majelis ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga, selama dalam majelis ilmu ia akan dinaungi oleh para malaikat, dan masih banyak lagi manfaat mendatangi mejalis ilmu. Yang terpenting ilmunya sih... hehe

Oke kembali ke curhatan saya (hehehe). Pukul 08.00 pagi saya sudah berada di Hotel Samudra Dwinka yang berada di daerah Pintu Batu. Hanya butuh 10-15 menit dari rumah saya untuk tiba di hotel. Di sana sudah ramai sehingga saya kebagian duduk di belakang. 

Kajian kali ini diselenggarakan oleh teman-teman dari komunitas BMI (Back to Muslim Identity). Mereka mengahdirkan pembicara yang begitu kece. Ia adalah ustadzah Srie Dewi, S.E.I, M.E. Beliau berasal dari kota Palembang. Ustadzah Srie Dewi merupakan dosen di UIN Raden Patah Palembang. Beliau datang jauh-jauh demi berbagi ilmu kepada muslimah yang ada di Bengkulu. Wah.. asyik ya!

Ustadzah Srie Dewi adalah orang yang energik dan berjiwa muda (beliau emang masih muda sih, usianya hanya dua tahun di atas saya) sehingga memang beliau sangat cocok menyampaikan materi seputaran kehidupan di para remaja. Ya, seperti kita ketahui bahwa pergaulan para remaja akhir-akhir ini memang semakin mengkhawatirkan, sangat jauh dari muslim identity. 

Melihat fenomena yang ada itu, makan teman-teman BMI pada kajian kali mengangkat tema "TEENS JAMAN NOW BICARA CINTA". Wah... saya jadi malu. Saya kan gak teens lagi (haha). Ya, walaupun saya tidak (lagi) termasuk ke dalam golongan teens saya tetap semangat mengikuti kajian karena dalam keseharian saya sangat dekat dengan mereka masih tergolong teens dan kids. Sangat penting ilmu yang saya dapatkan untuk disampaikan kembali kepada mereka sebagaimana rumus PAS yang disampaikan Ustadzahh Srie Dewi, bahwa sejatinya sebuah ilmu yang kita dapatkan harus di-Pahami dengan baik, Amalkan dalam diri sendiri, lalu Sampaikan kepada orang lain.

Ya, jika bicara soal kehidupan remaja memang tidak ada habisnya, terutama perihal. Apalagi bicara soal cinta dikalangan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini. Terlebih lagi akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa-peristiwa mengerikan akibat cinta (katanya) di kalangan remaja. Bahkan di kota saya sendiri, ada peristiwa pelajar SMA membunuh mantan kekasihnya akibat ditolak CLBK alias balikan lagi. Waduh.. betul-betul zaman now yang mengerikan sekali!

Atas keperihatinan inilah, teman-teman dari komunitas BMI (berusaha) selalu memberikan kajian untuk menghindarkan para teens dari pemahaman cinta yang salah kaprah. Hadirnya perkembangan teknologi digital juga membuat para teens mudah digempur oleh budaya-budaya asing yang jelas-jelas tidak menunjukkan muslim identity

Kehidupan teens yang keren itu adalah teens yang sebanyak-banyaknya menuntut ilmu, sebanyak-banyaknya mengukir prestasi, dan sebanyak-banyaknya bermanfaat untuk masyarakat. Hal semacam inilah yang coba teman-teman BMI berikan (pengaruhnya) kepada teens zaman now agar kembali pada muslim identity. 

Nah, itulah kira-kira yang dapat saya simpulkan dari tujuan kajian yang diadakan teman-teman dari BMI. Sebelum pulang, saya membaca bahwa akan ada tujuh golongan manusia yang akan Allah lindungi dalam perlindungan-Nya pada saat tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya, yaitu:
  • Penguasa yang adil
  • Pemuda yang tumbuh dalam suasana beribadah kepada Tuhan-Nya
  • Seseorang yang hatinya selalu terpaut ke masjid
  • Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berjuang dan berpisah karena Allah
  • Seseorang yang digoda oleh wanita cantik dan rupawan, lalu ia berkata, "Aku takut kepada Allah".
  • Seseorang yang biasa bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya
  • Seseorang yang biasa mengingat Allah secara menyendiri, lalu air matanya menetes
(HR Al-Bukhari)

Semoga kita termasuk ke dalam tujuh golongan di atas ya.... amiin

32 komentar:

  1. Terima kasih artikel kajiannya mba..

    BalasHapus
  2. Menghindari mendekati zina memang berat,tapi pasti ada yang sanggup.
    (Tapi udah pasti bukan dilan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. betul kak, Dilan mah rindu aja dia ga sanggup

      Hapus
  3. Iyah, penting banget ikut pengajian rutin biar tetap waras

    BalasHapus
  4. Kakak Nawra mulai belajar ikut pengajian di sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. kakak Nawra udah beranjak remaja ya, ga berasa cepet bener

      Hapus
  5. bermanfaat kak artikelnya, numpang koreksi, di paragraf pertama harusnya charge bukannya change mungkin ya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi... makasih ya Fira udah dikoreksi, udah diedit.. hehehe

      Hapus
  6. Aamiin.

    Memang kita perlu ikut pengajian-pengajian, suapaya terus semangat terus. Kadang-kadang kan pudar kalau sudah tak lama ikut pengajian.

    Aku juga rasanya sudah agak lama ga ikutan pengjian ini, aduu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, pengajian bikin kita up lagi kak...

      Hapus
  7. Hehehe. Sapa tau deket-deket sama yang teens semangatnya tertular always teens mba :)
    Makasih ya mba notulensi kajiannya. Sangat bermanfaat insyaAllah

    BalasHapus
  8. ngomongin teens jaman now malah jadi ingat sama dilan. Heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. virus Dilan emang luar biasa ya... ^^

      Hapus
  9. Mantap nih... Kajian semakin bermanfaat kalau blogger rajin mencatatkan begini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ga dicatat ntar lupa kak, nah kalo dicatat begini kan bisa dibaca sama orang lain juga ^^

      Hapus
  10. saya udah ga teens lagi , wah berasa jadi tua nih sekarang... walau begitu yang namanya ilmu tetap bisa digunakan, kalau pun ga untuk diri kita, coba kita lihat sekeliling kita.

    sepertinya, mayoritas yang ikut kajian remaja nih, makanya temanya soal cintaaahhh~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, walaupun udah ga teens agi, ilmunya penting juga diserap dan dibagikan ke lingkungan sekitar.. hehe

      Hapus
  11. Pengajian itu charger jiwa. Perlu sering di charge biar imannya gak lowbet

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, bahaya juga kalo iman sampe lowbat

      Hapus
  12. Alhamdulilah jadi nambah ilmu tentang rumus PAS jun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah Mbak... bisa dipraktekan tu rumusnya

      Hapus
  13. beda banget rasanya kajian yang hanya lewat youtube, karena sebaik-baik ilmu haruslah bertemu langsung... agar tidak terjadi keliru dalam penafsiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang bagusnya face to face kak, kalo ada yang belum paham bsa ditanyakan langsung

      Hapus
  14. Ikut pengajian kayak gini emang penting ya mbak. Kayak ngecharge HP yang lowbat. Kayak ngisi jiwa yg kering kerontang karena terlalu asik sama urusan duniawi. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, paling minimal sebulan sekali, lebih bak lagi kalo seminggu sekali ikut kajian kak

      Hapus
  15. perlu banget loh perempuan ikut kajian rutin biar banyak ilmu

    BalasHapus
  16. Remaja jaman now ini memang harus diselamatkan dan didoakan.Mantap kajiannya.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Meninggalkan Komentar. Mohon tidak meninggalkan link hidup 😊