Kamis, 31 Mei 2018

Saya, BOBE, dan Sejuta Cerita


Saya adalah Junita Susanti
Saya mulai hobi menulis sejak duduk di bangku SMA. Hobi ini berawal dari kegemaran saya membaca buku. Saat itu, saya menjajal kemampuan menulis saya melalui berbagai macam lomba menulis di media sosial. Saat itu, saya memang sedang gandrung-nya menulis cerpen dan flash fiction. Tetapi, Saya akan angkat tangan untuk lomba menulis puisi. Karena saya tidak begitu percaya diri terhadap hasil otak-atik kata tersebut. Jadi, sebelum mengenal blog media cetak-lah tempat saya mempublikasikan tulisan. 

Pada tahun 2012 saya mulai berkenalan dengan Web Blog atau yang lebih beken dikenal dengan nama blog. Saya lupa bagaimana persisnya mulai mengenal platform ini. Yang jelas, setelah mengenal blog saya mulai aktif mempublikasikan tulisan di sana.

Tulisan saya di blog beraneka ragam. Ada cerpen, flash fiction, artikel, curahan hati, dan beberapa puisi. Biasanya, tulisan yang saya publikasikan di blog adalah tulisan-tulisan yang gagal masuk nominasi dalam event-event yang saya ikuti. Melalui kejadian ini, saya pun terinspirasi memberi nama blog saya dengan nama sajaksajakgagal(dot)com.

Nama blog saya memang terdengar kurang asyik (hehe). Tetapi karena sudah bertahun-tahun menggunakan nama ini, rasanya tak tega ingin mengubahnya dengan nama yang lain. Saya pun memutuskan untuk tindak mengganti nama blog walaupun saya sudah move on dari free domain. Akhirnya, sajaksajakgagal(dot)com tak terganti hingga saat ini. 


Sejak 2012 hingga pertengahan 2017 saya masih setia menggunakan blog gratisan. Yang membaca tulisan  blog saya pun masih sedikit sekali. Saya ingat betul, dalam satu bulan visitor-nya hanya puluhan saja. Meskipun begitu, saya tetap senang, setidaknya ada wadah untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Ya,lebih baik bukan dibandingkan tulisan-tulisan itu tidak bergerak dari folder laptop. 

Sekitar tahun tahun 2015-2016 saya vakum nge-blog. Jangankan menulis, login ke blog saja saya sudah lupa . Dalam kurun dua tahun itu, saya memang disibukkan dengan beberapa  aktivitas. Karena blog cukup lama dianggurin, ya gairah untuk menulis pun lambat laun menghilang.

Tiba-tiba saja, tak ada hujan, tak ada petir, gairah menulis pun muncul kembali seiring dengan menurunnya gairah hidup. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 2017. Saya sangat rindu dengan sajaksajakgagal(dot)com. Lalu saya pun menuliskan kisah perjalanan mengunjungi air terjun Batu Betiang yang terletak di kabupaten Rejang Lebong. Tulisan ini adalah cikal-bakal munculnya tulisan-tulisan saya hingga saat ini.

Awal-awal bergabung di komunitas Blogger Bengkulu saya masih menggunakan blog gratisan. Setelah dua bulan berjalan, akhirnya saya pun migrasi ke blog berbayar. Ya dong, konon katanya jikalau ingin menjadi blogger profesional mestilah menggunakan blog berbayar. Singkat cerita, saya pun membeli domain (dot)com.

BOBE alias Blogger Bengkulu
Komunitas Blogger Bengkulu atau yang lebih sering disebut BOBE adalah komunitas yang berisi anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi untuk menebar kebaikan di era digital. Juli mendatang komunitas kece ini akan memasuki ulang tahun yang kedua. Masih muda memang. BOBE memiliki kesempatan untuk selalu tumbuh, berkembang, dan bahu-membahu dalam kebaikan.


Selama bergabung di komunitas ini banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, terutama ilmu per-blog-an. Selain mendapatkan ilmu, saya juga mendapatkan teman-teman baru dan mendapatkan (kembali) teman-teman lama. Teman-teman lama? Ya, teman-teman yang sebetulnya sudah  saya kenal dari zaman old tetapi berjumpa kembali ketika kami sama-sama menjadi bagian dari BOBE. BOBE-lah yang menyatukan kami (kembali). 

Sejuta Cerita 
Saya masih tergolong baru bergabung di komunitas ini. Meskipun begitu, BOBE telah mengantarkan saya menjumpai tiap lembar kisah hidup saya.

Pertama, merayakan HUT RI 2017 di Pulau Tikus. 
Saya belum pernah mengunjungi pulau Tikus sebelumnya. Bersama teman-teman dari komunitas Blogger Bengkulu,  akhirnya saya dapat menginjakkan kaki di pulau yang cantik ini. Rangkaian kegiatan khas 17-an seperti upacara bendera dan melaksanakan berbagai macam perlombaan kami lakukan di pulau kecil ini.

Kedua, mengikuti kelas blogger bersama Central Elektro. 
Ini adalah kelas blogger pertama yang saya ikuti. Sempat canggung juga sih, ikut kelas blogger untuk pertama kalinya. Ya, gimana enggak.Kelas blogger ini dihadiri teman-teman dari BOBE yang sudah mastah-mastah dan mbaktah-mbaktah (baca: mas-mas dan mbak-mbak yang lebih senior). Waduh, saya langsung merasa jadi remahan rengginang di kaleng Kong Guan. Eits, tunggu dulu, sepulang dari kelas blogger 1 inilah saya semakin termotivasi untuk menjadi blogger yang profesionbal. Wah, beruntungnya sudah datang!


Ketiga, terlibat dalam kegiatan menulis serempak warisan budaya di Bengkulu.
Dalam menulis serempak ini komunitas Blogger Bengkulu mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Bengkulu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali bahan tulisan. Setelah itu kami menuliskan tempat-tempat bersejarah ini dari berbagai sudut pandang di blog masing-masing. Nah, dari sinilah saya mulai belajar untuk menjadi blogger yang bermanfaat. Seorang blogger dapat mengambil peran dalam promosi pariwisata yang ada di Indonesia, terkhususnya di provinsi Bengkulu.

Keempat, kelas blogger bersama Kak Sofian Rafflesia dan Kopi Gading Cempaka. 
Melalui kelas blogger ini saya belajar bahwa untuk menjadi blogger seseorang tidak hanya kemampuan  merangkai huruf  yang diandalkan. Seorang blogger juga harus mampu  menciptakan gambar atau video yang baik. dan menarik. Gambar/video adalah unsur yang penting dalam sebuah tulisan agar pengunjung tidak bosan membaca artikel di blog. Beruntungnya, di kelas blogger ini kami mendapatkan ilmu fotografi dari Kak Fian.

Kelima, kelas blogger bersama Youtuber muda Bengkulu. 
Kelas blogger kali ini menghadirkan Kak Sayid dan Kak Ikhsan sebagai pembicara. Mereka adalah Youtuber muda Bengkulu yang sukses dan memiliki banyak subscriber. Ternyata blogger juga sebaiknya memiliki chanel youtube.


Keenam, menulis event Parade Batik Besurek. 
Parade Batik Besurek dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT kota Bengkulu. Di siang hari yang terik saya berada di antara ribuan masyarakat provinsi Bengkulu yang ingin menyaksikan Parade Batik Besurek. Di tengah kerumunan itu, saya berusaha maju paling depan untuk mendapatkan gambar terbaik. Oh iya, batik Besurek adalah kain khas Bengkulu yang dapat dimodifikasi menjadi aneka kostum yang cantik, unik, dan menarik.

Ketujuh, terlibat dalam sosialisai Internet Baik. 
Melalui kegiatan ini saya belajar beraktifitas di dunia digital dengan bijak. Perkembangan dunia digital yang sangat pesat harus disikapi dengan bijak juga. Karena kecanggihan dunia digital mampu memberikan dampak positif dan negatif. Satu hal yang saya catat, bahwa seorang blogger dapat memanfaatkan dunia digital dengan positif dengan cara menulis konten-konten yang bermanfaat dan menginspirasi.

Kedelapan, mengikuti kegiatan flash blogging bengkulu. 
Flash Blogging adalah kegiatan yang penting untuk menunjukan eksistensi  individu sebagai blogger. Melalui kegiatan ini saya belajar untuk menjadi blogger yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa. Menjadi blogger yang berperan dalam mensosialisasikan program-program pemerintah melalui dunia digital. Flash blogging semakin memotivasi saya untuk menjadi blogger yang bermanfaat dan ANTI HOAX pastinya.

Kelas blogger bersama RTBI.
Kelas blogger yang dilaksanakan menjelang ramadhan ini berlangsung dengan syahdu. Ya, bagaimana tidak kali ini kelas blogger diadakan di Rumah Tahfidz Bakti Ilahi (RTBI) bersama adik-adik penghafal al-quran. Kelas blogger kali ini memotivasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, terutama dalam mempelajari dan mengamalkan ayat-ayat Allah SWT tersebut. Adik-adik saja semangat. masa saya nggak!

Kesepuluh, menjadi narasumber dalam Workshong Ngeblog Asik Zaman Now. 
Dalam kegiatan ini saya berkesempatan menjadi narasumber dan berbagi pengalaman seputar blogging. Wah, canggung rasa. Jujur pengalaman blogging saya masih seumur toge. Meskipun begitu, saya tetap berbagi cerita kepada adik-adik di Universitas Bengkulu. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat.



Inilah cerita yang saya miliki bersama komunitas Blogger Bengkulu. Sejuta cerita yang pada akhirnya hanya mampu saya ceritakan menjadi sepuluh cerita. Sepuluh cerita yang menguntai makna sejuta cerita.

Catatan: Semua foto yang saya gunakan dalam artikel ini milik sobat BOBE, bukan dokumentasi pribadi ya....



1 komentar:

Terima Kasih Sudah Meninggalkan Komentar. Mohon tidak meninggalkan link hidup 😊